Minggu, 22 September 2019

Mencegah Penyait Menular Sekolah SMKN 1 Donorojo Melkukan Imunisasi Difteri

ORI  Outbreak Response Imunization Difteri (ORI Difteri) adalah suatu kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya memutuskan transmisi penularan penyakit difteri pada anak usia 1 tahun sampai dengan 19 tahun yang tinggal di daerah kejadian luar biasa (KLB) tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya.

ORI akan dilaksanakan sebanyak tiga putaran, dengan interval  0-1-6 bulan. ORI akan memberikan vaksin dengan ketentuan DPT-HB-Hib bagi usia 1 tahun sampai 5 thn, DT  usia 5 tahun sampai 7 tahun, serta TD usia 7 tahun  sampai 19 thn

Dalam kegiatan pemberian Imunisasi ORI
Siswa pmr SMKN 1 donorojo jg ikut berpartisipasi membantu petugas puskesmas dalam melaksanakn kegiatan imunisasi tersebut
Antara lain: menyiapkan data absensi siswa per kelas,  merekap absensi pelaksanaan kegiatan ORI

Kegiatan imunisasi ORI d SMKN 1 DONOROJO dilaksakan 3 kali yaitu tanggal 15 maret 2018, 23 Agustus 2018, 11 desember 2018


Sabtu, 21 September 2019

Berpartisipasi Dalam lomba Lintas Medan


Dalam rangka memperingati Hari Palang Merah Indonesia ke-73 dan guna meningkatkan sumber daya manusia yang tanggap, tangguh dan tangkas. Palang Merah Indonesia Kabupaten Pacitan akan mengadakan kegiatan lomba lintas medan PMR Wira dan PMR Madya se-Kab. Pacitan Tahun 2018
Yang dilaksanakan pada hari mingg 16 september 2018, start di GOR dan TPA pacitan.

PMR WIRA SMKN 1 DONOROJO ikut berpartisipasi dalam lomba pertolongan pertama dan lintas medan se-kabupaten pacitan,  dengan tujuan memberikan dan menambah rasa percaya diri tentang kemampuan yang dimiliki dan kemudian mampu menerapkannya di kehidupan sehari hari serta mempererat tali silaturrahmi antara anggota PMR WIRA sekabupaten pacitan.
Adapun materi lomba adalah :

1. Pertolongan Pertama

Pengetahuan dan Keterampilan yang dinilai meliputi :

  • Penilaian penderita.
  • Perawatan penderita (cidera jaringann lunak, cidera system otot rangka, kedaruratan medis).
  • Pemindahan penderita.
2. Evakuasi korban

Dalam evakuasi korban akan melewati halang rintang alam sekitar lomba yang
meliputi :

a. Pos naik tebing / sungai / lorong sempit / urung-urung

 Tim evakuasi datang, korban diatas tandu kaki korban di depan.
  •  Penolong berhenti ±2 meter dari halang rintang.
  • Caraka memeriksa halang rintang.
  •  Memeriksa tanda-tanda vital pasien. 
  • Melewati halang rintang dengan posisi tandu stabil posisi kepala korban berada didepan.
  •  Memeriksa tanda-tanda vital pasien.
  •  Tim evakuasi menuju pos selanjutnya, korban di atas tandu kaki korban didepan.
  •  Segala kebutuhan peserta baik peralatan lomba maupun konsumsi ditanggung peserta.
b. Pos turun tebing :

  • Tim evakuasi datang, korban diatas tandu kaki korban didepan.
  • Penolong berhenti ±2 meter dari halang rintang.
  •  Caraka memeriksa halang rintang.
  •  Memeriksa tanda-tanda vital pasien.
  •  Melewati halang rintang dengan posisi tandu stabil posisi kepala korban berada di belakang.
  • Memeriksa tanda-tanda vital pasien.
  • Tim evakuasi menuju pos selanjutnya, korban di atas tandu kaki korban didepan.
c. Pos Ambulan :

  • Tim evakuasi datang, korban diatas tandu kaki korban didepan.
  • Penolong berhenti ±2 meter lurus di belakang ambulan
  • Caraka lapor pengemudi.
  •  Memeriksa tanda-tanda vital pasien.
  • Memasukkan korban ke ambulan dengan posisi kepala berada di depan.
  • Memeriksa tanda-tanda vital pasien.
  • Tim evakuasi masuk ambulan, selesai, korban diturunkan dari ambulan.


Kamis, 19 September 2019

Mars PMI & Hymne PMI


Mars Palang Merah Indonesia

Palang Merah Indonesia
Sumber kasih umat manusia
Warisan luhur, nusa dan bangsa
Wujud nyata pengayom Pancasila
Gerak juangnya keseluruh nusa
Mendarmakan bhakti bagi ampera
Tunaikan tugas suci tujuan PMI
Di Persada Bunda Pertiwi
Untuk umat manusia
Di seluruh dunia
PMI menghantarkan jasa


Hymne PMI
Palang merah Indonesia
Wujud kepedulian nyata
Nurani yang suci
Untuk membantu menolong sesama
PMI
Siaga setiap waktu
Berbakti, dan mengabdi
Bagi hidup manusia
Agar sehat sejahtera di seluruh dunia

Sajarah PMI

Berdirinya Palang Merah di Indonesia sebetulnya sudah dimulai sebelum Perang Dunia II, tepatnya 12 Oktober 1873.Pemerintah Kolonial Belanda mendirikan Palang Merah di Indonesia dengan nama Nederlandsche Roode Kruis Afdeeling IndiĆ« (NERKAI) yang kemudian dibubarkan pada saat pendudukan Jepang.[2]
Perjuangan mendirikan Palang Merah Indonesia (PMI) diawali 1932. Kegiatan tersebut dipelopori Dr. R. C. L. Senduk dan Dr. Bahder Djohan dengan membuat rancangan pembentukan PMI. Rancangan tersebut mendapat dukungan luas terutama dari kalangan terpelajar Indonesia, dan diajukan ke dalam Sidang Konferensi Narkai pada 1940, akan tetapi ditolak mentah-mentah.
Rancangan tersebut disimpan menunggu saat yang tepat. Seperti tak kenal menyerah pada saat pendudukan Jepang mereka kembali mencoba untuk membentuk Badan Palang Merah Nasional, namun sekali lagi upaya itu mendapat halangan dari Pemerintah Tentara Jepang sehingga untuk yang kedua kalinya rancangan tersebut kembali disimpan.
Proses pembentukan PMI dimulai 3 September 1945 saat itu Presiden Soekarno memerintahkan Dr. Boentaran (Menkes RI Kabinet I) agar membentuk suatu badan Palang Merah Nasional.
Dibantu panitia lima orang yang terdiri dari Dr. R. Mochtar sebagai Ketua, Dr. Bahder Djohan sebagai Penulis dan tiga anggota panitia yaitu Dr. R. M. Djoehana Wiradikarta, Dr. Marzuki, Dr. Sitanala, Dr Boentaran mempersiapkan terbentuknya Palang Merah Indonesia. Tepat sebulan setelah kemerdekaan RI, 17 September 1945, PMI terbentuk. Peristiwa bersejarah tersebut hingga saat ini dikenal sebagai Hari PMI.
Peran PMI adalah membantu pemerintah di bidang sosial kemanusiaan, terutama tugas kepalangmerahan sebagaimana dipersyaratkan dalam ketentuan Konvensi-Konvensi Jenewa 1949 yang telah diratifikasi oleh pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1958 melalui UU No 59.
Sebagai perhimpunan nasional yang sah, PMI berdiri berdasarkan Keputusan Presiden No 25 tahun 1950 dan dikukuhkan kegiatannya sebagai satu-satunya organisasi perhimpunan nasional yang menjalankan tugas kepalangmerahan melalui Keputusan Presiden No 246 tahun 1963.

A. Lahirnya Palang Merah Remaja (PMR)

Setelah serah terima aset dari Nerkei ke PMI, kini tinggal untuk mematangkan fokus dan arah tujuan dari PMI. Berbagai kegiatan diselenggarakan, hingga bergabungnya keanggotaan PMI ke Komite Palang Merah Internasional. Kongres PMI juga dilakukan untuk mematangkan fungsi dari badan ini. Pada 25-27 Januari 1950, dilaksanakan Kongres PMI ke-4 di Jakarta. 
Ketika itu muncul sebuah gagasan untuk membentuk badan ini untuk tingkat pemuda. Gagasan tersebut dilatarbelakangi ketika Perang Dunia I, Austria mengarahkan anak-anak sekolah untuk membantu kegiatan perang sesuai kemampuannya. 
Anak-anak muda bisa mengumpulkan pakaian bekas, mengumpulkan majalah/koran bekas, dan mengumpulkan serta menghimpun barang yang bisa digunakan dalam berperang. Dari situlah, ide ini diterapkan dengan berdirinya Palang Merah Remaja (PMR). PMR resmi dalam wadah pembinaan dan pengembangan anggota remaja PMI.
 Dari situlah, akhirnya PMR diterapkan pada beberapa sekolah yang ada di Indonesia. PMR terbagi mejadi tiga tingkatan, yaitu PMR Mula untuk tingkatan sekolah dasar, PMR Madya untuk sekolah menengah pertama dan PMR wira untuk sekolah menengah atas. Melalui kepelatihan PMR ini nantinya sebagai kader dalam ranah PMI. Setiap anggota PMR wajib mendapatkan pelatihan sebelum terlibat sepenuhnya dalam setiap kegiatan.
 Dalam Harian Kompas edisi 27 Mei 1974, dijelaskan bahwa anggota PMR diberikan materi pokok PPPK (Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan ) oleh PMI. Baru setelah dinyatakan lulus, mereka diberikan kartu anggota, tanda pengenal dan seragam resmi.

Program Donor Darah SMKN 1 Donorojo





    Sekolah menengah kejuruan negeri (SMKN) 1 Donorojo menyelenggarakan kegiatan donor darah, (14/02/2019), di SMKN 1 Donorojo Jl. Jajar Indah No. 13, Jajar, Donorojo.

    Kegiatan ini di selengarakan oleh siswa-siswi yang mengikuti ekstra PMR ( Palang Merah Remaja). Tujuan di selengarakanya perogram donor darah ini adalah untuk mengajarkan siswa-siswi melakukan bakti sosial dan peduli terhadap sesama manusia.

    Siswa-siswi SMKN 1 Donorojo terlihat sangat berantusias dalam kegiatan donor darah tersebut bahkan bapak ibu guru pun tidak mau kalah dengan para siswa nya. Kegiatan ini selalu di ikuti oleh siswa-siswi kelas XI dan XII yang sudah berusia di atas 17 tahun. "Semoga donor darah ini bisa membantu dan bermanfaat bagi orang banyak" tutur salah satu pendonor.

    Semoga saja kegiatan donor darah ini bisa dilaksanakan secara rutin di SMK N 1 Donorojo dan antusiasme warga sekolah juga semakin meningkat karena kami yakin SETETES DARAH KITA ADALAH KEHIDUPAN BAGI ORANG LAIN.


Selasa, 17 September 2019

KEGIATAN - KEGIATAN PMR


KEGIATAN - KEGIATAN PMR
Kegiatan-kegiatan yang telah diselenggarakan oleh PMR antara lain :

1. Membantu Pelaksanaan Upacara Bendera.
Dalam pelaksanaan Upacara Bendera tiap hari Senin dan hari-hari Besar lainnya, terkadang terdapat siswa/siswi yang membutuhkan pertolongan. Banyak diantara siswa yang merasa tidak kuat fisiknya untuk mengikuti upacara bahkan ada di antaranya yang sampai pingsan. Untuk itulah, diperlukan penanganan dan perhatian khusus. Di sinilah PMR mempunyai andil yang cukup besar dalam menangani para siswa yang membutuhkan pertolongan. Tiap upacara, beberapa anggota PMR ditugaskan secara bergiliran untuk mmembantu teman-temannya yang membutuhkan.

2. Ekstrakurikuler
Ekstrakurikuler PMR dilaksanakan seminggu sekali, setiap hari selasa. Ektrakurikuler ini dilaksanakan sebagai sarana untuk menyampaikan dan memperdalam materi tentang ke-PMR-an terutama ditujukan untuk para anggota baru. Sementara itu untuk anggota yang sudah cukup mahir, harus menyampaikan pengetahuan yang dimilikinya kepada adik-adiknya. Jadi selain lebih memperdalam materi yang telah dikuasainya, juga sebagai latihan mental menghadapi orang banyak. Bentuk penyampaian materi juga tidak hanya sebatas teori, tetapi diselingi dengan praktek-praktek di lapangan.

3. Mengikuti Jumbara (Jumpa Bhakti Gembira)
Jumbara merupakan suatu ajang yang diselenggarakan untuk menampilkan kemampuan anggota PMR (semacam Jambore dalam Pramuka). Kegiatan ini diikuti oleh wakil dari sekolah-sekolah yang mengikutinya. Kegiatan yang diselenggarakan oleh PMI ni, bertujuan untuk lebih mengakrabkan di antara sesama anggota PMR terutama dengan anggota PMR dari sekolah lain. PMR Wira SMK Negeri 1 Donorojo, sampai saat ini pernah mengikuti kegiatan Jumbara Cabang sebanyak satu kali, yaitu pada tahun 2017 yang bertempat di Pancerdoor, Pacitan


4. Pelaksanaan Donor Darah
Bersamaan dengan Pemeriksaaan Golongan Darah, juga dibuka kegiatan Donor Darah. Kegiatan Donor Darah yang dikoordinir oleh PMR dan PMI cabang kab pacitan ini, diikuti oleh para siswa dan guru yang darahnya memenuhi syarat untuk diambil. Donor Darah dilaksanakan di UKS SMKN 1 DONOROJO dan dilaksanakan minimal 3 bulan sekali

5. Penanganan UKS
UKS atau Usaha Kesehatan Sekolah merupakan rumah sakit mini yang ada di sekolah. PMR sebagai satu-satunya organisaasi yang berkecimpung di dunia kemanusiaan termasuk kesehatan, turut menangani dan merawat adanya UKS ini. Keberadaan UKS dirasa sangat diperlukan terutama ketika terdapat siswa atau anak yang sakit. Beberapa anggota PMR ditugaskan secara bergiliran untuk menjaga dan merawat UKS ini.

6. Penerimaan Siswa Baru
Dalam rangka penerimaan siswa baru, bersama OSIS dan Pramuka, PMR turut serta membantu pelaksanaan Persami/ Penerimaan Siswa Baru.

7. Reorganisasi dan pelantikan Pengurus PMR
Masa kepengurusan PMR adalah satu tahun pelajaran. Oleh karena itu, tiap tahun harus diadakan Reorganisasi untuk memilih para Pengurus Baru. Pengurus Baru ini dipilih berdasarkan pilihan dari semua anggota PMR secara demokratis. Setelah terbentuk, Pengurus baru akan dibekali beberapa pengetahuan tentang oraganisasi PMR, dan selanjutnya dilantik atau dikukuhkan.


Misi PMR Wira SMK N 1 Donorojo



Menggali potensi diri siswa SMK N 1 Donorojo memiliki cara tersendiri, yaitu dengan cara mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Salah satunya ekstra PMR yang tujuannya untuk membangun dan mengembangkan karakter ke palang merahan untuk siap menjadi relawan PMI di masa depan. Kegiatan ekstra PMR dapat di ikuti oleh seluruh siswa, baik dari kelas X, XI, dan XII.

Ekstrakurikuler di SMK N 1 Donorojo selalu menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat untuk siswa. Kegiatan PMR di sana mengajarkan siswa untuk memiliki sikap kepemimpinan, saling peduli, melatih kerja sama, dan lain-lain. Setiap anggota PMR wajib mendapatkan pelatihan sebelum terlibat dalam kegiatan ke palang merahan agar siap menjalankan peran dan fungsinya.

 Pendidikan palang merah remaja disesuaikan dengan kondisi dimana dia menjadi anggota pelajar di sekolah. Artinya dia mengikuti pendidikan ke palang merahan namun jangan sampai mengganggu tugasnya untuk mengikuti setiap pelajaran yang ada di sekolahnya. SMK N 1 Donorojo melaksanakan kegiatan ekstrakurikuler setiap hari selasa sepulang sekolah agar siswa tidak terganggu dalam kegiatan pembelajaran.